Peringati Dies Natalis ke-28 USB, Fakultas Ilmu Kesehatan Mengadakan Kuliah Pakar Virologi

Surakarta, 13 November 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan kembali mengadakan kegiatan akademik bertaraf pakar melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Virologi bertema “Laboratory Diagnosis of HIV Infection: From Screening to Disease Monitoring”. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom ini menjadi salah satu bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi mahasiswa di bidang ilmu laboratorium medis, khususnya terkait penyakit infeksi yang hingga kini masih menjadi isu kesehatan global.


Kuliah pakar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki reputasi dan pengalaman luas di bidang HIV dan laboratorium klinik. Pembicara pertama adalah dr. R. Satrio Budhi Susilo, Sp.PD., K.PTI., M.Kes., FINASIM, selaku Fasilitator HIV-AIDS Provinsi Jawa Tengah sekaligus Kepala Instalasi Laboratorium Terpadu RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Beliau menyampaikan materi yang memfokuskan pada proses diagnostik HIV dari sisi medis dan laboratorium, mulai dari skrining awal, konfirmasi diagnosis, hingga metode pemantauan viral load dan CD4 sebagai indikator perkembangan penyakit. Dalam paparannya, dr. Satrio juga menekankan pentingnya validitas pemeriksaan, alur rujukan yang tepat, serta peran tenaga laboratorium dalam memastikan kualitas hasil uji.


Pembicara kedua, Nurhayati, S.ST., M.Si., yang merupakan Fasilitator TBC-HIV sekaligus Ketua DPC PATELKI Kota Surakarta, memberikan perspektif yang melengkapi materi sebelumnya melalui penjelasan mengenai integrasi layanan HIV dengan program penanggulangan TBC. Ia juga mengulas tantangan teknis dan prosedural yang sering ditemui analis kesehatan di lapangan, seperti penanganan sampel, kontrol kualitas, serta penerapan standar biosafety dalam pemeriksaan patogen berisiko tinggi. Selain itu, Nurhayati turut mengajak mahasiswa memahami pentingnya komunikasi lintas profesi dalam pengelolaan kasus TBC-HIV yang kompleks.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dari berbagai jenjang, yaitu Program Studi D3 Analis Kesehatan Semester 5, D4 Analis Kesehatan Semester 5 dan 7, serta mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan, ditandai dengan tingginya partisipasi saat sesi diskusi. Mahasiswa yang hadir tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait prosedur pemeriksaan, perkembangan teknologi diagnostik terbaru, hingga penanganan kasus-kasus khusus yang memerlukan interpretasi hasil lebih mendalam.

Melalui kuliah pakar ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman komprehensif mengenai proses diagnosis laboratorium HIV serta tantangan aktual yang dihadapi tenaga analis kesehatan di dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tuntutan profesi yang semakin kompleks dan dinamis.


Kuliah pakar virologi ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Fakultas Ilmu Kesehatan dalam menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan layanan kesehatan. Melalui kegiatan seperti ini, fakultas berharap dapat terus mendorong lahirnya tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu kesehatan masyarakat, khususnya terkait penyakit infeksi seperti HIV. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit yang menjadi tantangan kesehatan nasional maupun global.