Langkah Nyata Menuju Mutu Unggul: Asesmen Lapangan D3 Analis Kesehatan Universitas Setia Budi

Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi yang merupakan kunjungan dari asesor LAM-PTKes pada Program Studi D3 Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi, yang berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sekaligus mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga kualitas lulusan di bidang kesehatan.

Asesmen ini menghadirkan dua asesor dari LAM-PTKes, yakni Elne Vieke Rambi, S.Pd., M.Si. sebagai asesor 1 dan Baterun Kunsah, S.T., M.Si. sebagai asesor 2, yang dengan seksama menilai berbagai aspek akademik dan non-akademik program studi.


Hari pertama dibuka dengan nuansa hangat melalui penampilan tarian daerah yang dibawakan oleh mahasiswa D3 Analis Kesehatan. Penampilan tersebut menjadi simbol semangat, kekompakan, sekaligus kekayaan budaya yang dimiliki mahasiswa. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dari sore hingga malam hari dengan agenda pembukaan resmi serta pemaparan awal mengenai profil dan capaian program studi.


Memasuki hari kedua, kegiatan diawali sejak pagi dengan kunjungan ke berbagai fasilitas kampus, mulai dari laboratorium, ruang kelas, hingga area perkantoran di Universitas Setia Budi. Para asesor berkesempatan melihat secara langsung sarana dan prasarana yang menjadi penunjang utama proses pembelajaran. Kegiatan kemudian berlanjut dengan sesi wawancara yang berlangsung secara terbuka dan komunikatif, melibatkan stakeholder, pengguna lulusan, alumni, serta dosen dan tenaga kependidikan. Dialog ini menjadi ruang penting untuk menggali masukan sekaligus merefleksikan kualitas lulusan dan proses pendidikan yang telah berjalan.


Pada hari ketiga, seluruh rangkaian difokuskan pada klarifikasi dokumen yang telah disiapkan oleh tim akreditasi. Sejak pagi hingga malam, proses berlangsung secara intens dan mendalam. Tim asesor mencermati setiap detail dokumen dengan teliti, sementara tim akreditasi memberikan penjelasan yang komprehensif. Dalam proses ini, asesor juga menegaskan pentingnya peran Badan Penjaminan Mutu (BPM) sebagai “jantung” perguruan tinggi. Peran ini dinilai krusial dalam menjaga kehidupan, kualitas, dan keberlanjutan Tridharma perguruan tinggi. Tanpa sistem penjaminan mutu yang baik, universitas berisiko kehilangan standar akreditasi serta menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi.


Hari keempat menjadi penutup dari seluruh rangkaian asesmen. Pada tahap ini, asesor menyampaikan hasil asesmen kepada tim akreditasi, disertai dengan klarifikasi akhir untuk memastikan seluruh temuan telah dipahami bersama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penandatanganan hasil asesmen sebagai simbol selesainya proses evaluasi yang telah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Sebagai penutup, Universitas Setia Budi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya tim akreditasi dan seluruh civitas academica, yang telah berkontribusi dan bekerja sama sejak awal hingga akhir kegiatan. Berkat dukungan dan dedikasi bersama, proses asesmen lapangan ini dapat berjalan dengan lancar dan baik, sekaligus menjadi langkah penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan ke depan.